Rabu, 02 November 2011

Fundamental : Kontrak Minyak Mentah Terpangkas Untuk Hari Keempat



  • Harga minyak mentah terpangkas untuk hari yang keempat, karena kekhawatiran Yunani akan menolak rencana bailout melalui referendum.
  • Minyak WTI untuk pengiriman Desember tergerus 0,8% ke level US$ 91,44 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, sebelum bergulir ke US$ 91,45 pada pukul 6.29 waktu Singapura. Sementara itu, minyak Brent jatuh 2 sen ke US$ 109,54 per barel di ICE Futures Europe, di London, kemarin.
  • Juru bicara pemerintah Yunani Angelos Tolkas menyatakan, Yunani akan melanjutkan referendum terkait paket bailout Uni Eropa, dan Perdana Menteri George Papandreou bakal mendapatkan persetujuan dari parlemen pada pekan ini.
  • Jika referendum dilakukan dan menolak bailout, Yunani bisa semakin dekat pada situasi gagal bayar dan memicu memburuknya krisis utang, yang bisa mengancam pertumbuhan ekonomi global. "Referendum Yunani menimbulkan ancaman terhadap stabilitas keuangan di kawasan Euro," sebut Fitch Ratings.
  • Di sisi lain, kemarin, laporan persediaan minyak Amerika Serikat (AS) yang dirilis American Petroleum Institute menunjukkan, cadangan minyak berkurang 156.000 barel pada pekan lalu. Sementara, Departemen Energi dijadwalkan merilis data pada hari ini. Survei Bloomberg memprediksi, cadangan minyak AS bakal bertambah 1 juta barel. (bb)

Fundamental : Petinggi AS Ajukan Pajak Transaksi



  • Dua petinggi pembuat kebijakan AS akan memperkenalkan pengajuan pajak transaksi untuk perusahaan-perusahaan keuangan yang menyerupai proposal yang diajukan Uni Eropa.
  • Senator Tom Hawkins, seorang anggota partai democrat dari Iowa, dan perwakilan partai, Peter DeFazio, seorang anggota partai democrat dari Oregon, akan memperkenalkan proposal tersebut dalam dewan kehormatan. Proposal tersebut akan memberikan AS sebuah peningkatan peran di debat internasional terhadap pajak transaksi, yang mungkin akan dibahas di pertemuan G20 minggu ini di Cannes, Paris.
  • “Hal ini secara signifikan akan menaikkan beberapa pendapatan yang diperlukan”, dikatakan Hawkins dalam sebuah wawancara di Washington. “Sejujurnya, saya pikir tidak seorang pun akan merasakannya”.
  • Pertemuan Uni Eropa dibulan September mengadakan pengajuan pajak transaksi yang akan berlaku di tahun 2014 dan menaikkan pendapatan sekitar $57 miliar Euro (setara dengan $78 miliar) per tahun.
  • Pengajuan tersebut kemungkian kecil untuk dapat menjadi peraturan: partai republic, yang mengajukan pajak transaksi sebelumnya, memiliki kendali di Gedung Putih. Badan administrasi Barack Obama juga menyuarakan keprihatinan terhadap proposal tersebut dan menolak pengesahan sebelumnya menjelang pertemuan G20 yang akan dibuka pada 3 November. (djn)

Fundamental : Sarkozy, Merkel Akan Bertemu Yunani Pada Hari Rabu


  • Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel akan menggelar pertemuan darurat dengan Yunani hari Rabu untuk mendesak adanya implementasi yang cepat pada kesepakatan bailout Athena, “Solusi satu-satunya” bagi krisis hutang, ucap Sarkozy pada hari Selasa. Bursa saham di negara-negara Eropa anjlok sebagai respon pengumuman bahwa pemerintah Yunani akan mengadakan referendum dalam kesepakatan yang diperkirakan akan digelar beberapa minggu kedepan.
  • "Pengumuman ini mengejutkan Eropa," ucap Sarkozy dalam pidatonya pada Elysee palace di Paris. "Rencana ini merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah hutang Yunani," ucapnya pasca bertemu dengan menteri dan gubernur bank sentral mendiskusikan keputusan referendum. Sarkozy mengatakan pertemuan yang dijadwalkan hari Rabu siang di Riviera, resort Cannes dengan mitra dari Jerman Angela Merkel, perdana menteri Yunani George Papandreou, Uni Eropa dan IMF akan “memeriksa kondisi apakah yang dapat membuat membuat komitmen terus bertahan." (djn)

Fundamental : Benang Kusut Krisis Yunani


  • Harapan besar pelaku pasar terhadap resolusi Yunani kembali sirna. Adalah kepala pemerintahan Yunani sendiri yang mementahkan optimisme pemecahan krisis negaranya.
  • Sikap Perdana Menteri George Papandreou mengejutkan banyak pihak. Ia menyerukan referendum nasional guna menentukan sikap negara terhadap klausul bailout Uni Eropa. Sesaat setelah Papandreou merilis putusan kontroversial itu, pasar saham global anjlok tajam. Kinerja cemerlang Wall Street selama 1 bulan ternoda di hari terakhir sesi perdagangan Oktober. Begitu pula dengan performa ekuitas di Eropa dan Asia, semua terpuruk ke zona merah. Apalagi kabar referendum mencuat tidak sampai satu pekan sebelum pertemuan G20.
  • Beberapa analis pasar mengaku terkejut atas keputusan pemerintah Yunani. Referendum adalah sebuah kemunduran bagi proses penyelesaian hutang, bukan ketegasan sikap. Berikut ini adalah tanggapan beberapa pengamat terkait perkembangan Yunani terkini, yang Kami lansir dari beberapa sumber:
  • 1. David Joy, Chief Market Strategist, Amerprise Financial - Boston
  • "Saya terkejut, kabar ini datang entah dari mana."
  • Pertimbangan dari keputusan Papandreou adalah tingkat kesulitan yang tengah dihadapai warga Yunani. Efisiensi nasional saat ini sudah mengikis kesejahteraan mereka, apalagi bila ditambah dengan pengetatan yang lebih dalam. Aksi penolakan pekerja lintas sektoral terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Mulai dari aktifitas transportasi sampai kesehatan vakum ketika demonstrasi merebak. Jika nantinya klausul bailout baru benar-benar diberlakukan, maka tidak bisa dibayangkan betapa berat beban yang harus diterima warga.
  • 2. Jamie Heighway, Market Analyst Western Union Business Solutions - Chicago
"Yunani bisa saja keluar dari euro dan melawan kehendak Jerman dan Prancis, Mereka berhak menentukan takdir sendiri."
  • Terlepas dari apapun yang terjadi saat ini, fakta menunjukkan bahwa kecemasan telah kembali. Pilihan hanya ada dua, default atau menerima struktur paket bailout baru. Untuk mengetahuinya, Kita harus terlebih dahulu melihat apakah George Papandreou bisa selamat dari mosi tidak percaya anggota parlemen. Kemudian Kita kembali harus menunggu proses referendum, yang konon tidak akan terlaksana sebelum Januari tahun depan! Yang lebih menakutkan adalah, peluang default sekarang lebih besar dibanding sebelum Uni Eropa mencapai kesepakatan pekan lalu.
  • 3. Eric Viloria, Senior Currency Strategist, FOREX.com - New Jersey
  • "Situasi masih dinamis, jika rencana bailout gugur maka Yunani kemungkinan besar default."
  • Benar-benar sulit untuk memperkirakan apa yang akan terjadi. Segala sesuatunya sekarang keluar dari skenario, benar-benar berantakan.
  • 4. Daniel Alpert, Managing Director Westwood Capital - New York
  • "Semua menjadi lebih serius, apa yang terjadi di Yunani bisa diikuti oleh negara Eropa lain."
  • Portugal, Italia, Irlandia dan Spanyol memiliki masalah serupa. Keempat negara juga tengah disorot dan dalam pengawasan otoritas Eropa. Efisiensi masif dilakukan guna melindungi diri dari kebangkrutan. Kontroversi soal referendum dan mosi tidak percaya di Yunani bisa diimitasi oleh negara lain di wilayah Eropa. Jika demikian adanya, bisa dibayangkan betapa banyak perioder sulit yang harus dihadapi Eropa. Skenario terbaik untuk menghindari kemungkinan ini adalah sikap anti-default dari semua pihak dengan meneruskan wac

Fundamental : Aksi Jual Euro Berlanjut Akibat Komentar PM Yunani


  • Aksi mencari perlindungan asset kembali mengemuka, membawa dollar AS kembali menguat mengikuti komentar dari PM Yunani, Papandreous bahwa referendum akan memberikan keputusan untuk keanggotaan Eropa, menambahkan bahwa adanya pengambilan suara darurat akan menimbulkan kejatuhan.
  • Pasar sepertinya tidak menyukai komentar tersebut, seiring kemungkinan Yunani yang akan meninggalkan mata uang Eropa yang meningkat menimbulkan pertanyaan apakah pangambilan suara untuk keluar dari Uni Eropa harus dilakukan atau tidak, sebuah hasil yang mungkin terjadi sebagai kombinasi kedua dari pembentukan hutang yang menyebar di Eropa, sesuatu dimana pasar mulai melakukan antisipasi dimana hal ini akan membawa gelombang kejutan di pasar global.
  • Euro kembali melanjutkan kejatuhannya melewati 1.3600, dengan level support saat ini yang membidik 1.3608. Masih ada batasan di level 1.3600, yang mungkin akan mengakibatkan kejatuhan lebih besar apabila momentum kenaikan tidak muncul. Untuk pergerakan naiknya, 1.3650 akan berfungsi sebagai level yang membatasi penguatan Euro.

Selasa, 01 November 2011

Fundamental : Outlook Eropa



  • OECD telah memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun depan di Amerika Serikat dan mengatakan kawasan euro sedang menuju perlambatan ekonomi yang tajam dan pemimpin G20 diperlukan secepatnya untuk mengembalikan kepercayaan diri untuk mencegah kontraksi besar di negara maju.
  • Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Senin sebelum pertemuan puncak para pemimpin G20, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) memangkas perkiraan untuk pertumbuhan 2012 di Amerika Serikat menjadi 1,8 persen dari 3,1 persen dan memangkas proyeksi untuk pertumbuhan di kawasan euro tahun depan menjadi 0,3 persen dari 2,0 persen pada proyeksinya di bulan Mei.
  • OECD menghimbau agar para pemimpin G20, yang akan melakukan pertemuan di Cannes pada tanggal 3‐4 November, harus bertindak sekarang juga untuk membendung gejolak pasar dan menunjukkan bahwa mereka dapat menerapkan reformasi struktural.
  • Sementara itu, data ekonomi zona euro menunjukkan inflasi diluar dugaan masih tetap tinggi di level 3 persen untuk kedua kalinya secara berturut‐turut di bulan Oktober, mendorong sejumlah ekonom untuk menunda proyeksi pemangkasan suku bunga ECB hingga Desember. Dengan kondisi ekonomi Eropa yang melambat, inflasi diprediksi bakal melemah setelah mencapai level tertinggi 3 tahun di bulan September. Namun tingginya harga makanan, minyak dan pajak di Italia telah menempatkan inflasi pada level yang sama.
  • Imbal hasil atau yield obligasi Italia juga dilaporkan naik mendekati level tertinggi sejak Agustus ketika ECB melakukan intervensi guna menopang pasar obligasi, menunjukkan kekhawatiran baru bahwa masalah‐masalah dalam perekonomian ketiga terbesar zona euro tersebut bisa mengancam seluruh blok. Lapora tersebut telah menekan euro atas dolar. Namun dolar berpotensi mengalami tekanan jual jika The Fed kembali menggulirkan putaran baru untuk program quantitative easing guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada sidang 2 harinya yang dimulai hari Selasa ini.
    (vaf)

Fundamental : Emas dan Komoditi

  • Emas turun hampir 1% dalam sesi perdagangan yang lebih tipis dari biasanya pada Senin kemarin, setelah langkah intervensi Jepang guna melemahkan nilai tukar yen telah mendorong penguatan dolar dan komoditas serta aset beresiko lainnya kedalam kondisi pasar yang kacau di awal pekan ini.
  • Meskipun mengalami koreksi, emas masih tercatat naik 6% dalam bulan Oktober, menguat dari koreksinya yang hampir 11% di bulan September, ketika harga menembus level rekor tertinggi di $1920.30 per ounce.
  • Emas melemah seiring melonjaknya dolar ke level tertinggi 3 bulan terhadap yen setelah pemerintah Jepang melakukan intervensi sepihak kedalam pasar guna meredam penguatan yen lebih lanjut, membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal untuk investor pemegang mata uang selain dolar.
  • Rebound emas juga dipicu oleh keputusan New York Federal Reserve untuk menunda kerjasama dengan MF Global yang telah mengajukan perlindungan kebangkrutan pasca menderita kerugian terbesarnya.
  • Harga emas spot turun 1,1% di %1722.65 per ounce. Sedangkan di sesi New York, kontrak emas COMEX Desember turun $22 atau sekitar 1,3% ke level $1725.20 per ounce.
  • The Fed dan ECB akan melakukan sidang regulernya pekan ini guna membahas tingkat suku bunga, sementara negara industri maju yang tergabung kedalam G20 akan melakukan pertemuan di Cannes, Prancis, untuk merancang rencana dalam menstabilkan pasar.
  • Korelasi antara emas dan pasar ekuitas Eropa naik ke level tertinggi multi bulanan, hampir 50%, yang berarti bahwa emas cenderung bergerak searah dengan pergerakan saham, sementara korelasi negatif emas dengan dolar menguat ke ‐40% pada hari Senin dari sekitar ‐30% pekan lalu.
          (vaf)

Fundamental : Outlook GBP


  • Sterling menguat ke level tertinggi dalam kurun 2‐bulan terakhir terhadap yen ke 127.26 yen pada sesi awal pekan ini, termasuk juga mencatatkan diri sebagai performa harian terbaik dalam 7‐bulan terakhir menyusul langkah intervensi dari kementrian keuangan Jepang.
  • Namun demikian pada saat yang sama dampak dari intervensi yaitu penguatan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya kemudian menekan performa sterling terhadap dollar AS. Sementara itu sterling justru menguat terhadap euro ke level tertinggi dalam kurun 3‐pekan terakhir ke 86.70 pence.
  • Para analis menilai pekan ini euro berpotensi terus mengalami tekanan terhadap sterling, terutama apabila pada ECB meeting nantinya bank sentral Uni‐ Eropa memberikan sinyal yang sangat hawkish.
  • Hingga akhir sesi New York sterling tercatat turun 0,2% terhadap dollar AS ke 1.6086, namun menguat 2,8% terhadap yen ke 125.69, naik 1,4% terhadap Swiss franc ke 1.4100 dan menguat 1,2% terhadap Aussie dollar ke 1.5248. Sementara itu euro anjlok 1,8% terhadap sterling ke 0.8612.
  • Pada sesi ini pelaku pasar akan mengamati rilis preliminary estimates GDP untuk Q3 yang diperkirakan bertumbuh sebesar 0,4% baik pada basis kuartalan maupun antar tahun dipengaruhi oleh maraknya aktifitas masyarakat berkaitan pernikahan Putra Mahkota Inggris. Aktifitas sektor konstruksi dan Jasa (70% dari total GDP) untuk Oktober keduanya diperkirakan masih akan melambat seiring tren pemangkasan pengeluaran baik oleh konsumen maupun pelaku bisnis.
  • Namun demikian para ekonom menilai data tersebut diperkirakan tidak akan berdampak besar pada pelaku pasar, karena yang lebih dinantikan adalah rilis data GDP untuk kuartal keempat yang telah menjadi landasan kuat BoE melakukan upaya QE lanjutan.
    (vaf)

Fundamental : Outlook CHF


  • Meskipun tumbuh indikasi adanya perlambatan ekonomi, namun tingkat pengangguran relatif rendah dan stabil di level 2,8% di bulan September. Namun KOF employment indicator untuk periode Oktober, yang juga dumumkan pada hari Senin, berada pada zona negatif untuk pertama kalinya sejak awal 2010, mengisyaratkan bakal marak terjadi pemangkasan pekerjaan.
  • Franc Swiss mengikuti euro untuk bergerak melemah terhadap dolar seiring suramnya data ekonomi Swiss telah menekan mata uang lokal dan minimnya rincian rencana penanggulangan masalah krisis utang Eropa telah menekan euro.
  • Sejumlah mata uang utama dunia melonjak terhadap yen Jepang setelah otoritas moneter Jepang melakukan intervensi secara sepihak di pasar untuk menghambat penguatan mata uangnya, dengan franc menguat lebih dari 3% terhadap yen. Franc terkoreksi 1,1% terhadap dolar dibandingkan sesi penutupan New York hari Jumat lalu, untuk diperdagangkan di sekitar 0.8728 franc terhadap dolar. Sementara itu, franc menguat terhadap euro di sekitar 1.2167 franc.
    (vaf)

Fundamental : Outlook Jepang


  • Yen melemah ke level terendah dalam kurun 3‐bulan terakhir terhadap dollar AS setelah pemerintah Jepang melakukan upaya intervensi untuk menahan laju penguatan nilai tukar yen. Pemerintah melalui Menteri Keuangan Jun Azumi menegaskan pihaknya akan terus melanjutkan upaya tersebut hingga hasilnya memuaskan, namun tidak menyebutkan secara jelas hingga level berapa pemerintah akan terus mengupayakan pelemahan yen.
  • Para analis memperkirakan intervensi kali ini melibatkan dana setidaknya antara 65 miliar USD hingga 75 miliar USD. Namun demikian, kalaupun dana yang dilibatkan “hanya” sebesar 65 miliar USD maka tetap akan tercatat sebagai jumlah intervensi terbesar sejak upaya intervensi terakhir pada 04 Agustus silam yang hanya 59,4 miliar USD.
  • Menteri Keuangan Jun Azumi mengatakan pihaknya tetap menjaga komunikasi intensif dengan beberapa negara dalam kaitannya dengan intervensi. Hal ini memunculkan dugaan akan adanya potensi bantuan intervensi dari negara lain, meskipun secara tegas Jepang menyatakan upaya intervensi kali ini merupakan intervensi tunggal. Intervensi tersebut kemudian mendongkrak saham‐saham eksportir yang kemudian turut menyokong performa indeks Nikkei ke level tertinggi sejak 3‐bulan terakhir.
  • Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa menyambut baik upaya intervensi dari menteri keuangan Jepang dan pihaknya mengharapkan langkah tersebut akan mendorong pada tercapainya stabilitas di pasar keuangan. Penguatan yen akhir‐akhir ini menurut Shirakawa merupakan dampak dari krisis hutang berkepanjangan kawasan Uni‐Eropa yang berpengaruh pada meningkatnya aksi risk aversion di kalangan investor secara global.
  • Sebagai contohnya adalah Panasonic Corp yang memperkirakan akan mengalami kerugian tahunan sebesar 420 miliar yen (5,55 miliar USD) akibat besarnya biaya merumahkan karyawan dan penguatan nilai tukar yen. Kerugian tersebut berdasarkan data merupakan yang terburuk sejak 1‐dekade terakhir.
  • Hingga akhir sesi New York, dollar AS tercatat menguat 3,1% terhadap yen ke 78.17 yen, euro naik 1% terhadap yen ke 108.31 yen dan poundsterling menguat 2,8% terhadap yen ke 125.69 yen

InstaForex
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review