skip to main |
skip to sidebar

10.13

Blog Jenius FX
No comments
- Inflasi Australia hanya mencatat kenaikan wajar di kuartal ketiga, sedangkan underlying inflation juga mencatat kenaikan lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya. Kondisi tersebut telah memperjelas peluang pemangkasan suku bunga paling cepat pekan depan.
- Ausie sempat terkoreksi setengah sen dolar pasca rilis data, menyusul investor menaksir akan terjadi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh RBA dari level suku bunga saat ini yang sebesar 4,75% pada sidangnya tanggal 1 November mendatang.
- Pasar berjangka menunjukkan investor secara umum mengantisipasi terjadinya pemangkasan suku bunga di pekan depan dan dilanjutkan pada hari Natal menjadi 4,25%, dengan pemangkasan masing‐masing sebesar 25 bps.
- Aussie sempat turun ke $1.0370, dari $1.0427 sebelum rilis data, meskipun investor akhirnya dapat lega bahwa Australia memiliki nasib baik untuk dapat melonggarkan kebijakan dan mendukung ekonomi seperti yang dibutuhkan.
- Aussie diperdagangkan menguat tipis setelah para pemimpin Eropa membuat sedikit kemajuan dalam upaya mengatasi krisis utang kawasan dalam KTT Eropa semalam. Para pemimpin Eropa akan meningkatkan pendanaan 400 milyar European Financial Stability Facility dengan “beberapa kali lipat”, demikian draft mengatakan, sementara sumber Uni Eropa mengatakan bahwa jumlah dana talangan akan ditambah sekitar 4 kali lipat.
- Bursa AS menguat, euro naik diatas $1.39, sementara obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun turun lebih dari 1poin setelah investor kembali memburu aset‐aset beresiko. Namun demikian, euphoria ini nampaknya hanya sementara saja, karena penggunaan leverage (menaikkan kapasitas nilai dana) untuk mengatasi masalah utang yang besar akan berakibat parah.
0 komentar:
Posting Komentar